Bagi Hasil Dua Emiten Santara di Bulan April

0
1314

Beberapa emiten UKM Santara menjadwalkan pembagian dividen pada april 2019. Setidaknya ada dua emiten UKM yang membagikan dividen atau bagi hasil dalam jangka waktu tersebut

Dua emiten tersebut adalah Mayasi Resto (MYSI) dan Yamie Panda (YMPN) dua UKM populer yang bergerak di bidang kuliner dan telah banyak memiliki jaringan cabang dan pelanggan

YMPN membagi dividen dalam periode 6 bulan dengan nilai terbesar yaitu 7.89% atau Rp 631,66 dari harga pertoken saham Yamie Panda pada saat penawaran perdana kemarin yaitu Rp. 8000 yang apabila diakumulasikan 6 bulan kedepan atau total pembagian dividen dalam satu tahun apabila kinerja bisnisnya tetap memiliki performa yang baik diperkirakan akumulasi yield dapat mencapai 15.79% pertahun

Sementara MYSI membagi dividen dalam periode 6 bulan ini sebesar 4,96% atau Rp. 14,91 dari harga token saham Mayasi saat penawaran perdana yakni Rp. 300 yang apabila diakumulasikan kedepan apabila kinerja bisnisnya stabil diperkirakan akumulasi yield di angka 9,92% pertahun

Untuk pembagian dividen memang dipengaruhi oleh performa bisnis dan usaha emiten UKM dan memang ada beberapa emiten UKM yang pembagian dividennya di atas estimasi awal atau dibawah estimasi awal dalam proyeksi yield dividen pada prospektus yang ditawarkan oleh UKM pada penawaran perdana

Sebagai perbandingan di Bursa Efek Indonesia sejumlah emiten diakhir april hingga awal mei 2019 setidaknya setelah periode satu tahun ada sembilan emiten yang akan membagikan dividen dalam jangka waktu tersebut

Sembilan emiten tersebut adalah PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Astra Graphia Tbk (ASGR), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT PP Presisi Tbk (PPRE), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Multfiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI), PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

BBCA membagi dividen dengan nilai terbesar, yakni Rp 225 per saham. Sebagai gambaran, jika dihitung dengan harga saham BBCA kemarin, yakni Rp 27.525 per saham, yield dividen yang ditawarkan adalah sebesar 0,81%.

Sementara itu, jika dilihat dari besaran yield dividen per perdagangan saham Senin (15/4), maka saham MFMI menawarkan yield dividen paling besar, yakni 4,17%. Angka ini didapat dari dividen per saham senilai Rp 26,24 dibandingkan dengan harga saham Rp 630.

SIDO juga mencatatkan yield dividen yang cukup besar, yakni 2,07% dengan dividen per saham sebesar Rp 21 dan harga saham Rp 1.010.

MFMI dan ASGR memang menawarkan yield dividend yang cukup besar, yaitu 4,17% untuk MFMI dengan dividen per saham Rp 26,24 dan ASGR sebesar 3,47% dengan dividen per saham Rp 50

Dari perbandingan diatas kita bisa melihat dan menganalisa bahwa profit keuntungan yield dividen atau bagi hasil yang ditawarkan UKM seperti MYSI dan YMPN dalam 6 bulan bahkan lebih besar dari yield pembagian dividen perusahaan besar dalam masa periode satu tahun

Tentunya selain mendapatkan keuntungan dari pembagian dividen dengan anda berinvestasi pada UKM, anda turut membantu sektor riil dan pemerataan ekonomi dimasyarakat karena umumnya UKM adalah usaha padat karya atau banyak menyerap tenaga kerja yang tentunya menurunkan tingkat pengangguran

Sehingga angkatan kerja memiliki penghasilan untuk keluarganya yang dapat dipergunakan untuk melakukan konsumsi atau belanja pengeluaran sehingga terjadi pergerakan roda ekonomi karena kenaikan perputaran transaksi jual beli barang dan jasa di masyarakat dan terjadi kenaikan daya beli di masyarakat

Itulah salah satu berkah berinvestasi pada UKM karena sesungguhnya beberapa agama besar pun selalu mengajarkan untuk bersedekah dan menanam dan mencela perilaku menyimpan dan menimbun harta.

bersedekah atau berderma kita memiliki sifat memberi kepada masyarakat yang membutuhkan disekitar kita sedangkan menanam untuk menuai hasil panen bisa dimaknai pula dengan berinvestasi karena selain memberikan hasil panen profit juga memberikan manfaat dimasyarakat karena uang yang kita tanam dapat berputar secara ekonomi dan memberi manfaat kepada masyarakat.

Sama seperti proses menanam bisa di serang hama, banjir atau gagal panen, berinvestasi pun memiliki beberapa resiko tapi tentunya menanam investasi disektor riil UKM untuk menggerakan perekonomian lebih baik daripada menimbun dan menyimpan uang hanya  untuk kepentingan pribadi

Ingin tahu kejutan dari Santara berikutnya?

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/sembilan-emiten-bakal-bagi-dividen-ini-rekomendasi-analis-jasa-utama-capital

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here