Memahami Ekstrovert dan Introvert untuk Wirausaha dan Orang Tua

0
756

Dalam psikologi, terdapat pengelompokkan kepribadian manusia bedasarkan bagaimana manusia memperoleh gairahnya.

Pengelompokkan ini pertama kali dicetuskan oleh Carl Jung (1920), dalam bukunya berjudul Psychologische Typen.

Secara umum, pribadi yang ekstrovert mendapatkan gairah (atau energi) dari interaksi sosial.

Tentunya penting anda sebagai wirausaha atau orang tua dapat memahami pribadi karyawan atau anak anda apakah ekstrovert atau introvert agar dapat menemukan sikap dan tindakan yang tepat dalam menghadapi dua jenis pribadi diatas agar dapat mengeluarkan potensi kemampuannya secara maksimal.

Ekstrovert biasanya memiliki kepribadian yang terbuka dan senang bergaul, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka.

Introvert adalah sebutan untuk karakter yang pendiam dan suka menyendiri.

Sifat pendiam ini membuat kebanyakan anak introvert sering di-bully atau diremehkan teman-temannya.

Seperti anti sosial, aneh, kuper, kaku, kurang gaul, gak asik dan sebagainya.

Anak introvert juga bukanlah tipe yang suka berbicara. Apa pun yang terjadi dalam hidupnya akan dipendam sendiri.

Namun mereka sesungguhnya juga memiliki ambisi, hasrat, semangat, pandangan, dan pendapat mengenai hal-hal di lingkungannya.

Hanya saja, mereka tak ingin membaginya dengan orang lain. Alasannya simpel, karena mereka introvert!

Namun, adakah yang salah dari hal tersebut?

Apakah seorang ekstrovert yang atraktif dan pandai bersosialisasi lebih baik dari seorang introvert?

Bila berbicara angka, setidaknya 50 persen dari penduduk Amerika Serikat adalah introvert, kira-kira sebanyak 160 juta orang. Sementara itu, diperkirakan sepertiga penduduk bumi adalah orang introvert.

Namun anda jangan kaget juga, bahwa di antara angka-angka tersebut ada orang-orang, seperti Emma Watson, Elton John, Elon Musk, Barack Obama, Bill Gates, Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael Jordan, Mark Zuckerberg, Steve Wozniak, hingga Larry Page yang merupakan seorang introvert.

Dan masih banyak lagi introvert hebat dan dapat menginspirasi seperti mereka di luar sana.

Walaupun terkesan pendiam, kuper dan tertutup, kebanyakan seorang introvert terbukti lebih pintar dan punya IQ di atas rata-rata.

Agar kemampuan dalam diri seorang introvert semakin terasah, yuk kenali ciri-ciri mereka.

1. Merasa berkumpul dengan banyak orang menguras energi

Apakah kamu pernah merasa lelah sehabis berkumpul dengan banyak orang? Atau pernah merasa perlu menyendiri untuk mengembalikan energi?

Kedua hal tersebut sangat khas untuk kepribadian introvert. Orang-orang yang introvert, akan mengeluarkan energinya saat berkumpul dengan banyak orang. Sehingga, setelah selesai, mereka akan merasa kelelahan.

Meski begitu, bukan berarti orang introvert tidak dapat berinteraksi atau menghindari suatu acara dengan orang lain. Hanya saja, mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang terdekat, dibandingkan bertemu dengan orang baru

2. Sangat senang dengan kesendirian

Berada sendiri di rumah adalah suatu kesenangan untuk orang introvert. Waktu menyendiri yang dihabiskan oleh seorang introvert sangatlah penting untuk mengembalikan energi, kesehatan, dan kebahagiaannya

3. Lingkar pertemanan dekatnya tidak terlalu besar

Salah satu kesalahpahaman yang dipercaya banyak orang adalah, orang introvert dianggap tidak suka dengan orang lain. Padahal, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Orang introvert hanya lebih suka berkumpul dengan orang-orang terdekat, dibandingkan dengan banyak orang.

Orang-orang yang introvert seringkali dikira memiliki sifat pendiam. Meski sebagain memang ada yang bersifat seperti itu, namun sebagian lainnya lebih bersikap memilih untuk menyaring kata-kata yang keluar, untuk kepentingan tertentu.

Mereka juga tidak ingin menghabiskan energi dengan berbasa-basi untuk sesuatu yang kurang penting.

5. Stimulasi berlebihan membuat terdistraksi

Saat orang-orang berkepribadian introvert menghabiskan waktunya di lingkungan yang padat dan ramai, mereka cenderung akan kehilangan fokus.

Sebaliknya, orang dengan kepribadian extrovert justru akan semakin produktif pada lingkungan semacam ini.

6. Sangat sadar akan perbuatan serta sikap diri sendiri

Cenderung lebih senang bermain di pikirannya sendiri, orang introvert kemudian memiliki kesadaran yang lebih mengenai diri sendiri, perbuatannya, serta akibat yang akan timbul dari yang perbuatannya.

Kesadaran diri ini adalah hal yang penting bagi orang-orang yang introvert. Sehingga, mereka akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengenal diri sendiri dengan melakukan hobi, membaca, atau memikirkan tentang kehidupan

7. Lebih memilih profesi yang menawarkan kebebasan

Profesi yang mengharuskan pekerjanya melakukan banyak interaksi sosial, umumnya tidak terlalu menarik bagi introvert.

Orang introvert cenderung memilih profesi yang dapat memberikan mereka kebebasan dalam mengekspresikan idenya, seperti penulis, seniman, atau perancang grafis.

8. Lebih senang mempelajari sesuatu secara visual

Ketika mempelajari sesuatu, orang-orang introvert lebih memilih metode observasi, dibandingkan turun langsung untuk mencoba.

Ketika akhirnya memutuskan untuk mencoba secara langsung, mereka akan memilih untuk melakukannya sendiri, tanpa harus dikelilingi orang lain.

9. Ide-ide cemerlang muncul saat sedang sendiri

Saat-saat menyendiri merupakan waktu yang paling produktif untuk orang introvert.

10. Tidak merasa harus mengetahui tren terbaru

Orang-orang introvert umumnya merasa tidak perlu selalu mengikuti semua tren terbaru. Bisa dibilang, mereka cukup kebal terhadap stres sosial yang membuat seseorang merasa harus mengikuti segala hal di pergaulannya.

11. Sering terlihat bengong

Seorang yang introvert, seringkali membebaskan diri dari situasi dengan bengong dan membiarkan pikiran berjalan ke sana ke mari.

Bagi para introvert, cara ini mungkin bisa menjadi salah satu solusi untuk melepaskan diri dari keadaan yang membuat tidak nyaman, atau terlalu kacau.

12. Sering dimintai pendapat oleh orang lain

Saat terlibat dalam diskusi, orang yang introvert cenderung menunggu ditanya sebelum menyampaikan pendapatnya. Orang-orang berkepribadian introvert memang lebih suka menyimpan pandangannya untuk diri sendiri.

Mereka akan membiarkan peserta diskusi lainnya yang lebih extrovert untuk bebas menyampaikan pendapat.

13. Tidak terlalu suka mengambil risiko

Perbedaan otak introvert dan extrovert, terlihat saat mereka mengambil risiko. Otak extrovert akan terlihat sangat aktif menyala ketika bermain taruhan.

Sementara itu introvert, secara umum lebih sungkan untuk mengambil risiko.

14. Lebih senang menyampaikan pendapat dengan tulisan

Introvert umumnya lebih memilih untuk menyampaikan isi kepalanya melalui tulisan dibandingkan dengan kata-kata.

Orang dengan kepribadian introvert umumnya menyampaikan pendapatnya dengan hati-hati, sehingga menulis merupakan metode yang lebih aman dibandingkan dengan berbicara

15. Memiliki pikiran yang lebih aktif

Pikiran orang-orang introvert sangatlah aktif. Mereka akan berpikir lebih jauh sebelum melakukan segala sesuatu.

Introvert sangat berdedikasi untuk menjalani kesukaannya, baik dalam hal pekerjaan maupun hobi

Memiliki kepribadian introvert juga ada keuntungannya

Sebagai seorang introvert, kamu akan lebih bisa menghindari konflik. Sebagai contoh, ketika ada seseorang menyampaikan suatu pendapat yang tidak kamu setujui, kamu bisa menahan diri dari keinginan untuk membantah langsung, dan menunggu keadaan lebih tenang.

Seorang yang introvert juga tidak akan mudah bosan ketika sedang sendiri, karena pikirannya sendiri sudah aktif.

Sehingga, ia tidak memerlukan terlalu banyak stimulasi dari orang lain di sekitar.

Ya tentu sebagai pemimpin perusahaan atau orang tua kita tidak bisa memaksakan dengan berbagai cara dan metode untuk merubah karakter seorang karyawan atau anak introvert menjadi seorang ekstrovert atau begitu juga sebaliknya.

Karena kedua tipe tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan juga potensi yang luar biasa yang bisa digali dan dimaksimalkan.

Dengan memahami karakter ekstrovert dan introvert anda sebagai pengusaha atau orang tua tentu akan mampu untuk memiliki sikap dan menemukan metode yang tepat untuk mengasah skill dan kemampuan mereka dalam membangun tim bisnis yang hebat atau mendidik anak anda dengan tepat agar sukses dimasa depan.

Dikutip dari beberapa sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here