Santara sebagai pioneer platform Equity Crowdfunding pertama di Indonesia berhasil mengadakan Pasar Sekunder yang ketiga. Pasar Sekunder Santara juga digadang-gadang sebagai Pasar Sekunder UMKM terbesar di Indonesia karena diikuti oleh 77 Penerbit yang telah listing di Santara selama lebih dari satu tahun.
Pasar Sekunder Santara diselenggarakan secara rutin setiap 2 kali dalam satu tahun. Periode satu pada tahun ini telah dilaksanakan pada tanggal 13-30 Mei 2022. Saat ini jumlah investor yang memiliki portofolio di Santara mencapai 21.742 pengguna. Pasar Sekunder periode satu kemarin telah diikuti oleh para investor Santara yang berhasil melakukan jual beli saham sejumlah 20.557.672 lembar saham dengan nominal transaksi senilai Rp3.564.731.896.
Dalam pelaksanaan pasar sekunder juga terdapat 5 saham yang berhasil mendapat predikat top gainer yaitu saham yang mengalami harga tertinggi dari harga sebelumnya. Pada peringkat pertama ditempati oleh LBRA dengan open price yaitu 1.000 dan close price yaitu 1.560, peringkat kedua ditempati oleh BNTO dengan open price yaitu 84 dan close price yaitu 94, peringkat ketiga ditempati oleh SRBL dengan open price yaitu 50 dan close price yaitu 55, peringkat keempat ditempati oleh LOER dengan open price yaitu 800 dan close price yaitu 880, serta peringkat kelima ditempati oleh INDB dengan open price yaitu 452 dan close price yaitu 476.
Selaian top gainer juga terdapat saham yang menyandang gelar top loser yaitu saham yang mengalami harga terendah dari harga sebelumnya. Top losers di peringkat pertama ditempati oleh FELO dengan open price yaitu 5.000 dan close price yaitu 1.900, peringkat kedua ditempati oleh REKA dengan open price yaitu 10.700 dan close price yaitu 4.620, peringkat ketiga ditempati oleh GEMI dengan open price yaitu 1.000 dan close price yaitu 460, peringkat keempat ditempati oleh SDUR dengan open price yaitu 1.000 dan close price yaitu 486, serta peringkat kelima ditempati oleh DLTA dengan open price yaitu 100 dan close price yaitu 50.





