Equity Crowdfunding (Urun Dana) sebagai penerbitan saham berbasis teknologi adalah sebuah Platform Teknologi Investasi yang memiliki ruang lingkup yang luas untuk para Investor berinvestasi ke berbagai kategori Usaha dan Model Bisnis yang beragam
Untuk mengenal model dan jenis bisnis apa saja yang dapat memanfaatkaan Platform Equity Crowdfunding untuk permodalan usaha dan ekspansi bisnisnya mari kita bahas kategori, model dan bentuk bisnisnya satu persatu:
1. Sustainable Business
Sustainable Business biasanya adalah usaha atau UKM yang bisnisnya sudah lama berjalan dan memiliki cashflow yang sudah stabil dan aset baik karyawan, aset bergerak maupun tidak bergerak. Usaha ini biasanya sudah memiliki omset dan profit bersih yang stabil dan rekam jejak usaha yang proven.
Dan tujuan mereka melakukan listing atau Urun Dana biasanya adalah untuk pengembangan dan ekspansi bisnis seperti memperluas jaringan dengan membuka kantor cabang baru atau untuk investasi baik peralatan, mesin atau penambahan armada kendaran operasional usaha untuk dapat meningkatkan Omset dan Profit beberapa kali lipat. Beberapa contoh UKM jenis ini adalah UKM yang bergerak pada sektor Kuliner atau Restoran yang sudah lama berjalan dan memiliki banyak Cabang, Industri Manufaktur skala kecil yang ingin menaikan tingkat Produksi Barang, Perkebunan, Peternakan, Usaha Transportasi, Usaha Ekspedisi, Travel dan Konveksi
2. Project Base Business
Project Base Business adalah usaha yang berfokus kepada seatu Project Bisnis dan bukan usaha yang sudah lama berjalan dan memiliki Cashflow yang tetap. Bisanya Project Base Business memiliki proyeksi valuasi dan keuntungan dimasa depan apabila Projectnya selesai dikerjakan dan berhasil di pasarkan.
Beberapa contoh Project Base Business adalah UKM bidang Properti yang keuntungan bagi hasil kepada Investor apabila Properti telah selesai dibangun dan terjual, Lokasi dan Market menjadi parameter untuk Investasi Properti, Contohnya seperti lokasi posisi proyek properti yang strategis dan untuk market contohnya UKM developer tersebut sudah ada pra agreement dengan institusi atau perusahaan untuk menyediakan rumah untuk karyawan mereka
Berbeda dengan Sustainable Business untuk Project Base Bisnis jangka waktu bagi hasilnya adalah ketika Proyek Properti selesai dan terjual yang bisa memakan waktu 1 Tahun, 2 Tahun atau 3 Tahun sesuai kapasitas berapa unit yang dibangun dan kecepatan market untuk membeli propertinya, biasanya usaha jenis ini selain memiliki resiko yang agak tinggi namun biasanya mempunyai potensi bagi hasil yang cukup besar
3. Rintisan Startup Teknologi
Rintisan Startup biasanya adalah usaha dibidang teknologi Web App dan Mobile App pada sektor-sektor bisnis lama yang di digitalisasi, Rintisan Startup termasuk proyek teknologi yang High Risk karena umumnya Usaha Rintisan Startup belum memiliki Aset dan Cashflow pemasukan pendapatan, disini investor perlu melakukan analisa apakah Aplikasi Startup tersebut memiliki pain point atau mampu memecahkan sebuah problem kebutuhan yang terjadi dimasyrakat. Faktor Visi dan Misi Founder, Jajaran Tim Manajemen dan Tim IT juga menjadi penentu dari nilai Valuasi Startup dimasa mendatang. Dan pertimbangan mekanisme monetisasi startup dimasa depan juga menjadi faktor krusial analisa para Investor
Lalu kenapa saat ini banyak perusahaan Modal Ventura berani berinvestasi dana dengan nilai Fantastis pada Startup Teknologi padahal Cashflow dan Aset mereka minim, promosinya bakar uang dan juga belum ada profit?
Dari mana keuntungan Perusahan Modal Ventura?
Perusahaan Ventura berinvestasi pada startup tentunya selain melihat Utilitas Aplikasi Startup, Visi dan Misi Founder dan Tim mereka juga melakukan perhitungan dan penilaian pertumbuhan Valuasi Startup dimasa depan untuk mendapatkan keuntungan, lalu bagaimana Perusahaan Ventura mendapatkan keuntungan investasi pada Rintisan Startup yang belum memiliki Cashflow stabil atau bahkan belum memiliki Profit keuntungan mari kita lihat mekanisme sebuah perusahaan Ventura mendapatkan Profit dari Rintisan Startup:
Misalnya Perusahaan Modal Ventura X pada pendanaan putaran pertama (seri A) berinvestasi sebesar 1 miliar pada Rintisan Startup V-Jek dan mendapatkan Saham Startup V-Jek sebesar 1% dan setelah injeksi dana Investasi Startup V-Jek berkembang pesat baik dari jumlah member, jenis-jenis pelayanannya maupun jumlah Drivernya sehingga Valuasi Bisnis nilai startupnya naik meroket secara signifikan, maka pada pendanaan putaran kedua (Seri B) Perusahaan Modal Ventura X menjual Saham 1% yang mereka miliki sebesar 2 Miliar kepada Perusahaan Modal Ventura Z yang mengikuti Pendanaan Seri B pada Startup V-Jek, dan pada Fase Pendanaan berikutnya terjadi hal yang sama Perusahaan Modal Ventura Z menjual 1% sebesar 4 Miliar atau mungkin beberapa kali lipat tergantung naiknya nilai Valuasi Startup tersebut hingga Fase Putaran Pendanaan ke 4 , Perusahaan Modal Ventura yang pada putaran pendanaan terakhir berinvestasi pada V-Jek biasanya mendapatkan Pengembalian Modal Investasi dan Keuntungan apabila Rintisan Startup yang sudah menjadi Raksasa itu melakukan Initial Public Offering(IPO) atau Go Public di Bursa Efek Indonesia dengan menjual hak saham mereka yang 1% yang nilainya sudah naik beberapa puluh kali lipat ketika IPO
Walaupun memiliki potensi kesuksesan dan keuntungan yang tinggi perusahaan Rintisan Startup juga memiliki resiko kegagalan yang tinggi, tidak semua startup sukses menaikan Valuasi bisnisnya dan banyak juga yang gagal atau tutup, seperti mengutip sebuah istilah populer dalam investasi High Risk dan High Return
Biasanya untuk Startup yang memiliki Valuasi 1 Miliar Dollar namun belum Profit disebut “Unicorn” sedangkan Startup Teknologi Valuasi 1 Miliar Dollar dan sudah memiliki Profit yang besar disebut “Eagle”
Crowd Investor dan Angel Investor
Kami memakai istilah untuk investor yang berinvestasi di Sustainable Bisnis yaitu bisnis yang sudah lama berjalan dan proven sebagai “Crowd Investor” yaitu investor yang lebih suka berinvestasi pada usaha yang sudah Proven berjalan, sudah memiliki cashflow dan profit yang stabil dan memiliko resiko kegagalan usaha rendah
Sedangkan untuk investor yang berinvestasi pada Project Base Business dan Rintisan Startup masuk kategori sebagai “Angel Investor” yaitu jenis investor yang suka tantangan berinvestasi dalam usaha tipe Project Base dan Rintisan Startup yang memiliki resiko kerugian sangat tinggi namun memiliki potensi keuntungan yang tinggi. Angel Investor juga adalah investor yang memiliki mental untuk siap mengalami kerugian dan kehilangan modal dalam investasi (Seperti Keberanian Prajurit Spartan)
Oleh karena itu sebagai investor pemula dituntut untuk selalu belajar dan untuk memiliki kecerdasan finansial dan kemampuan analisa baik dari sisi bisnis, analisa fundamental dan teknikal untuk dapat memahami potensi profit keuntungan dan resiko-resiko kerugian pada 3 model bisnis diatas karena dalam instrumen investasi jenis apapun semuanya pasti memiliki potensi keuntungan dan kerugian
Beberapa tips-tips investasi yang umum disarankan:
1. Sebuah petuah terkenal dalam dunia investasi adalah “Jangan meletakan telur dalam satu keranjang” yang memiliki arti jangan anda berinvestasi menggunakan semua modal anda pada satu saham perusahaan saja tapi berinvestasilah pada beberapa saham perusahaan sehingga anda memiliki seubuah Portofolio Investasi jadi apabila terjadi kerugian atau penurunan harga saham anda masih memiliki saham pada perusahaan lain yang bisa menutup kerugian atau masih dapat menghasilkan Profit keuntungan
2. Jangan berinvestasi dari alokasi uang belanja Istri atau uang untuk biaya membeli Beras, Kebutuhan hidup sehari-hari dan pendidikan anak. Karena di khawatirkan bisa memicu Perang Dunia III dalam rumah tangga
Berinvestasilah jika memang anda sudah memiliki sisa kelebihan dana dari penghasilan dan pendapatan anda yang sudah digunakan untuk Biaya pengeluaran rumah tangga, biaya pendidikan dan Menabung
3. Untuk investor pemula yang masih memiliki keraguan dan awam dalam dunia investasi disarankan jangan berinvestasi dalam jumlah besar, berinvestasilah dalam nilai yang kecil pada saham usaha yang menurut anda potensial sambil terus mendalami ilmu investasi baik dari buku, literatur internet dan seminar-seminar investasi untuk menambah pengetahuan dan untuk dapat menjadi investor Profesional
Dan memang saat ini di Indonesia baru sekitar 2-3% dari 260 juta penduduknya yang paham dan melakukan investasi dan itupun rata-rata dari kalangan menengah atas atau Top Of Economy Pyramid, oleh karena itu misi Santara selain mendorong dan membantu UKM dan Rintisan Startup melalui permodalan Urun Dana juga untuk mensosialisasikan budaya investasi ke seluruh lapisan masyarakat agar mereka dapat memahami dan melek investasi dan juga membantu pertumbuhan Inklusi Keuangan di angka 75% seperti yang ditargetkan oleh Pemerintah Indonesia
“Apakah anda siap menjadi Crowd Investor atau Angel Investor Professional?”
#InvestasiBijak #MelekInvestasi #UKMGoPublic





