Sejarah Crowdfunding

0
556

Kebanyakan orang lebih mengetahui istilah crowdfunding dari kickstarter atau indiegogo. Keduanya adalah wadah yang menerapkan platform crowdfunding yang berbasis di Amerika.

Dengan strategi penyebaran informasi yang bersifat persuasive melalui social media, keduanya menjadi terkenal bahkan sempat ‘booming’ karena project yang ada di masing-masing situs telah sukses melebihi ekspetasi.

Mari kita meilhat mengenai sejarah terbentuknya platform crowdfunding ini dari waktu ke waktu dalam peradaban dunia dari abad pertengahan hingga abad modern.

Crowdfunding pertama dilakukan oleh grup band Marilion dari Inggris pada tahun 1997 dengan istilah Fanfunding, namun lebih jelasnya menurut Koren (2010) dalam artikelnya, sebenarnya cikal bakal crowdfunding sendiri sudah ada sejak masa sebelum masehi, yaitu pendanaan dari kontribusi dan kegiatan menyumbang untuk amal.

Kemudian hal ini diterapkan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur pada tahun 1602, sebagai perusahaan kongsi dagang pertama yang menawarkan kerjasama dan penerbitan saham melalui dunia bursa pertama: Bursa Efek Amsterdam (Amsterdam Stock Exchange) Bursa Efek Pertama dan tertua di dunia dengan usia lebih dari 400 Tahun.

VOC menawarkan saham ke investor untuk berbagi risiko keuangan perjalanan laut berbahaya dan mahal ke wilayah Timur dan akhirnya berhasil mengumpulkan jutaan florin melalui penawaran umum saham tersebut.

Pada 1669, VOC merupakan perusahaan perserikatan dagang terkaya dalam sepanjang sejarah bahkan jika dibandingkan dengan nilai gabungan valuasi dan aset perusahaan raksasa teknologi saat ini seperti Google dan Apple dengan lebih dari 150 perahu dagang, 40 kapal perang, 50.000 pekerja, angkatan bersenjata pribadi dengan 10.000 tentara, dan pembayaran dividen 40% kepada investor.

Perusahaan ini hampir selalu mengalami  beberapa konflik dengan pihak Inggris dan Portugis karena persaingan Dagang, Sejak tahun 1780-an terjadi peningkatan biaya dan menurunnya hasil penjualan, yang menyebabkan kerugian perusahaan dagang tersebut. Hal ini disebabkan oleh korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh para pegawai VOC di Asia Tenggara, dari pejabat rendah hingga pejabat tinggi, termasuk para residen. VOC mendapatkan kesulitan finansial, dan pada 17 Maret 1798,  setelah berdiri selama 200 tahun perusahaan ini dibubarkan, setelah Belanda diinvasi oleh tentara Napoleon Bonaparte dari Prancis.

Lain halnya dengan Clark (2011), karena menurutnya crowdfunding sebenarnya tidak murni seratus persen berasal dari pengembangan penggalangan dana, tapi merupakan evolusi dari pendanaan model microfinance.

Dr.Mohammad Yunus menjadi orang yang membuktikan keberhasilan model pendanaan ini, peraih penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2006, melalui proyeknya dengan Grameen Bank. Program pendanaan microfinance ini merupakan proyek penelitiannya dengan teman kuliahnya sejak tahun 1976, dengan tujuan pengentasan kemiskinan dan membuka kesempatan untuk berwirausaha mandiri.

Pendanaan yang dimaksud adalah dengan memberikan pinjaman dana sebesar $27 kepada 42 wanita yang tinggal di desa yang bertahan hidup dengan memproduksi bambu.

Pinjaman dana dari pemerintah telah diamankan olehnya dengan memberikan pinjaman kepada masyarakat miskin. Kemudian program ini berkembang dalam 5 tahun hingga pada tahun 1983 telah mencapai 30.000 anggota sehingga bertransformasi menjadi Grameen Bank. Dan kini Grameen Bank telah memiliki 8 juta peminjam dana dengan peminjam diantaranya 97% merupakan para wanita yang berwirausaha mandiri.

Model pendanaan ini pun di ikuti oleh sebuah organisasi bernama Kiva pada tahun 2005, namun sudah dilakukan secara online melalui internet. Kiva melakukan microlending, dengan memberikan kemampuan kepada setiap individu untuk meminjamkan sejumlah kecil dananya kepada masyarakat, para pengusaha di daerah miskin dan pedesaan di seluruh dunia sebagai modal usaha. Lalu setelahnya, mulai bermunculan organisasi lain yang menerapkan ide serupa namun cakupan penerima dana menjadi lebih luas dengan visi misi yang berbeda, seperti website Prosper.com, tahun 2006 dan LendingClub.com tahun 2007.

Keduanya menerapkan masih menerapkan mekanisme peer-to-peer lending. Dengan beberapa keistimewaan masing-masing.

Sampai akhirnya pada tahun 2008, berdiri Indiegogo, sebuah crowdfunding pertama di dunia, model penggalangan dana kreatif ini yang kemudian diikuti oleh banyak crowdfunding lainnya

hingga saat ini konsep crowdfunding telah banyak bermunculan di negara-negara berkembang baik dengan model dan konsep crowdfunding yang berbeda-beda untuk donasi maupun untuk rintisan startup teknologi dan usaha kecil dan menengah Donation Based Crowdfunding (Penggalangan dana berbasis donasi) , Loan Based Crowdfunding (penggalangan dana berbasis pinjaman), maupun Equity Based Crowdfunding (Penggalangan dana berbasis penawaran saham)

Santara adalah salah satu platform crowdfunding atau penggalangan dana kreatif dengan konsep Equity Based Crowdfunding yang yaitu crowdfunding atau urun dana kreatif dengan konsep penawaran saham berbasis teknologi informasi yang berfokus pada sektor Mikro, UMKM, UKM dan Rintisan Startup Teknologi untuk mendorong kemajuan ekonomi sektor riil di era digital dan teknologi saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here