Mengapa Berinvestasi pada Saham UKM?

0
1710

Mengapa berinvestasi pada saham UKM daripada instrumen investasi lain? Pertanyaan ini tentu yang sering ditanyakan oleh investor.

Secara garis besar di Indonesia dengan potensi market konsumen sebuah UKM dari jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan teknologi digital saat ini juga menunjang UKM tumbuh dengan cepat.

Pilihan investasi pada saham UKM memiliki prospek menjanjikan di masa depan, mungkin anda tahu kalau beberapa merk ternama baik kuliner maupun teknologi adalah sebuah UKM atau usaha kecil menengah pada awal berdirinya ada yang berawal dari sebuah garasi, toko kecil atau lapak pinggir jalan.

Seperti di Indonesia ada merk donat ternama yang memiliki berbagai varian rasa (tentu anda pernah membelinya) yang berawal dari rintisan usaha kuliner kecil yang pemiliknya juga seorang pengusaha salon ternama yang saat ini donatnya sudah familiar dikenal dimasyarakat dan sudah Go Internasional.

Bagaimana dengan usaha kecil menengah rintisan teknologi?

Usaha kecil menengah rintisan bidang teknologi pun di era revolusi industri 4.0 memberi peluang profit yang cukup menjanjikan. Mungkin anda mengenal Apple perusahaan teknologi komputer yang didirikan Steve Job dan Steve Wozniak pada tahun 1971 ketika itu Steve Jobs masih berusia 16 tahun.

Sebagai ilustrasi jika anda berinvestasi US$1.000 (Rp 14,6 juta) diĀ saham AppleĀ pada saat IPO atau penawaran saham perdana di Desember 1980, investasi itu akan bernilai lebih dari US$500.000 (Rp 7,315 miliar) hari ini, Nilai tersebut termasuk apresiasi harga dan dividen.

Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa berinvestasi pada usaha ketika mereka pada saat level rintisan UKM lebih menguntungkan daripada berinvestasi ketika usaha mereka sudah mapan menjadi raksasa atau sudah Mature dan Sustain.

Tapi tentunya ada beberapa faktor dan resiko yang harus di cermati dalam menganalisa seatu usaha yang memiliki prospek masa depan yang bagus. Seperti sektor usaha, kondisi pasar, ekonomi Global.

Faktor Owner Pendiri dan Manajemen menjadi sebuah kunci kesuksesan seatu usaha.

Seperti Google awal pertama rilis di era awal internet yang koneksinya paling cepat 512kb mungkin masyarakat hanya mengenal Google sebagai sebuah Search Engine dengan layout polos sangat sederhana. Namun ketika IPO banyak investor yang percaya bahwa sosok pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin adalah seorang “Inovator yang Visioner dan Kreatif” yang akan membesarkan Google dengan berbagai cara kreatif di masa depan.

Banyak langkah Google yang cukup brillian dalam membaca peta perkembangan teknologi salah satunya ketika Google memutuskan mengakuisisi Youtube (ya kita ketahui Youtube saat ini sudah menjadi sebuah bagian dari gaya hidup dan hiburan zaman now dengan pendapatan dari pemasukan iklan yang fantastis), dan seperti kita tahu Google juga cukup brilian dalam memprediksi perkembangan komputer dan teknologi micro processor. Mereka tahu seatu saat teknologi dan kinerja micro processor sebuah handphone akan mampu setara dan melampaui teknologi micro processor Komputer Desktop atau PC.

Dengan cerdik pada tahun 2005 mereka mengakusisi startup pengembang OS untuk kamera digital dan telepon handphone yaitu Android.inc dan pada tahun 2007 membentuk Proyek Open Handset Alliance dengan beberapa Vendor Produsen Handphone besar dan kecil untuk pengembangan OS Android dan beberapa tahun berselang tidak perlu kita ceritakan lagi panjang lebar kelanjutannya mungkin saat ini OS Android sudah ada digenggaman anda.

Selain prospek kedepan yang cukup menguntungkan dari sebuah investasi usaha kecil menengah tentunya investor perlu memahami resiko-resiko dalam sebuah investasi, karena potensi keuntungan dan resiko kerugian adalah seseatu yang melekat dalam sebuah investasi.

Investasi itu ibarat menanam benih tentunya ada hasil panen apabila berjalan dengan baik namun ada resiko gagal panen yang mungkin akibat serangan hama, cuaca dan sebagainya.

Mengapa Santara selalu memberikan literasi dan edukasi tentang resiko investasi?

Memang gak takut kalau nanti investor takut dan saham UKM yang listing tidak laku?

Tentunya Santara secara terbuka membabarkan resiko sebuah investasi untuk memberikan edukasi dan menumbuhkan budaya investasi ke masyarakat, saat ini masih banyak masyarakat kita yang belum memahami investasi dan berpikir investasi adalah sama seperti menyimpan tabungan di Bank yang dananya di jamin LPS hingga 2 Miliar.

Masyarakat perlu memahami bahwa investasi berbeda dengan tabungan dan beberapa instrumen investasi yang telah lama eksis seperti Saham, Reksadana dan Forex pun tidak ada jaminan dari Pemerintah apabila ada kerugian atau capital loss.

Dan masyarakat kita terkadang heboh dan gaduh meminta ganti rugi hilangnya modal investasi mereka dan memberikan cap label investasi bodong (padahal usahanya memang riil ada) apabila mereka berinvestasi pada seatu perusahaan dan perusahaan tersebut bangkrut atau kolaps baik kerena kegagalan usaha dan faktor lainnya padahal sebelum perusahaan itu bangkrut telah memberikan bagi hasil rutin yang cukup menguntungkan kepada pada investor.

Hal ini terjadi karena pada umumnya masyarakat kita belum teredukasi dan belum dapat membedakan antara produk tabungan atau deposito dengan produk investasi.

Oleh karena itu santara secara memandang perlunya edukasi dan literasi tentang investasi kepada masyarakat dan secara terbuka menjelaskan resiko-resiko investasi dan mitigasi resiko usaha yang ada pada setiap emitennya, investasi bisa di ibaratkan seperti mengendarai sebuah mobil yang memiliki sabuk pengaman dan air bag sebagai standar baku pengaman berkendara namun resiko kecelakaan lalu lintas dijalan tentunya tetap selalu ada.

Dan Santara juga aktif mengedukasi agar calon investor agar berinvestasi sesuai dengan batas kemampuannya dan uang bebas dari sisa pendapatannya, kami tidak menganjurkan anda berinvestasi dengan uang kebutuhan pokok sehari-hari anda, uang tabungan darurat anda atau dari seluruh uang tabungan hari tua dari hasil pensiun atau pesangon pekerjaan anda, tentu ini sangat berbahaya karena dalam investasi keuntungan dan kerugian adalah bagaikan dua sisi dari sebuah mata uang yang tidak terpisahkan.

Tindakan berinvestasi dalam jumlah besar yang tergesa-gesa dan tanpa analisa yang tepat dapat merugikan anda di masa depan.

Namun masyarakat tidak perlu takut atau khawatir berinvestasi pada saham usaha kecil menengah apabila sektor bidang usahanya jelas, owner dan manajemen jelas, sudah memiliki jaringan cabang, sudah market pasar dan pelanggan loyal dan memiliki bisnis plan atau rencana ekspansi usaha yang cukup masuk akal dan logis.

Mengapa Santara lebih mengutamakan investor lokal daripada investor asing?

Jadi perlu disampaikan bahwa Santara tidak anti dengan investasi asing dan kedepannya mungkin Santara membuka peluang investor asing berinvestasi saham UKM walau dengan porsi yang proporsional namun perlu dipahami bahwa Santara ingin investasi di sektor usaha kecil dan menengah dapat memberikan manfaat ekonomi maksimal untuk masyarakat Indonesia. Investasi asing dalam jangka pendek memang menguntungkan untuk masyarakat namun tidak untuk jangka panjang.

Sebenarnya ini bukan logika rumit seperti membuat Roket namun secara simple dan sederhana dapat diumpamakan seperti kita memiliki lahan kosong gundul lalu kita menawarkan siapa yang mau investasi modal bibit tanaman buah, pupuk dan alat pertanian.

Dan ternyata ada investor asing yang tertarik tentunya dalam jangka pendek lahan kosong gundul tersebut tumbuh hijau subur indah dipenuhi tanaman buah (tentu kita kagum dengan keindahannya) namun ketika panen tentu hasil buahnya akan dinikmati untuk investor asing walaupun mungkin ada porsi pembagian untuk pemilik lahan.

Jadi kita tidak perlu bangga atau takjub apabila ada usaha kecil menengah atau rintisan teknologi yang tumbuh besar dengan cepat karena mendapat kucuran dana puluhan Triliun dari investor asing karena di masa depan profitnya tentu akan dinikmati oleh investor asing

Mengapa hal ini dapat terjadi?

Ya, karena mereka (investor asing) sudah melek investasi dan memiliki keberanian dalam menanggung resiko sebuah investasi.

Bukankah lebih baik hasil pemikiran, inovasi, kreatifitas dan cucuran keringat kerja keras Kreasi Anak Bangsa dapat dimiliki sahamnya oleh Bangsa Indonesia juga?

Untuk itulah Penawaran Saham Berbasis IT atau Equity Crowdfunding hadir ditengah masyarakat bagaikan sebuah oase dipadang pasir sebagai sebuah solusi baik bagi UKM, Usaha Rintisan atau Startup yang kesulitan mendapatkan modal untuk tumbuh besar dan naik kelas dan sebagai sarana masyarakat Indonesia untuk aktif berinvestasi pada usaha-usaha kecil menengah memiliki prospek bagus yang merupakan karya jenius dan kreatif milik anak bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here