Secara singkat, pengertian industri 4.0 adalah revolusi di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber.
Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif atau machine learning.
Revolusi ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.
Meski sudah banyak industri usaha kecil menengah (UKM) kita yang menggunakan ekonomi digital, saat ini masih banyak UKM yang mengandalkan mekanisasi atau industri 1.0. (pelaksanaan dengan sistem manual).
Demikian juga UKM yang hanya menggunakan jaringan listrik atau industri berbasis 2.0. Selain itu banyak juga yang baru menggunakan komputer atau industri 3.0.
Tantangan terbesar yang dihadapi UKM dalam era revolusi 4.0 ini ialah kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan teknologi yang ada, saat ini memang ada sebagian UKM yang Go-Online namun masih banyak juga yang bersifat Offline
Saat ini bisa kita hitung, yang menggunakan data atau industri 4.0 jumlahnya sangat minim. Namun, tentunya mereka harus melek industri 4.0 juga biar paham dengan perkembangan teknologi. Apalagi saat ini banyak UKM yang pemasarannya sudah menggunakan ekonomi digital.
Saat ini populasi penduduk Indonesia sebanyak 262 juta orang, lebih dari 50 persen aktif menggunakan internet. Sayangnya 87,13 persen dari 143,26 juta penduduk Indonesia menggunakannya hanya untuk media sosial, padahal internet sesungguhnya bisa dipergunakan untuk peningkatan produktivitas bisnis dan pemasaran.
Program literasi digital untuk UKM dan penetrasi akses internet ke seluruh wilayah Indonesia tentunya harus menjadi prioritas utama untuk kemajuan UKM di Indonesia




