Investasi adalah kekuatan ekonomi dari rata-rata negara maju. Di negara maju umumnya budaya dan literasi investasi penduduknya sudah terbangun dengan cukup baik, mereka sudah memahami berbagai jenis instrumen investasi dan juga resiko-resiko pada sebuah instrumen investasi.
Perlu dipahami bahwa dalam jangka panjang, masuknya investor asing pada sebuah negara menandakan posisi negara tersebut sebagai bangsa konsumen. Bukan bangsa produsen. Bukan negara kuat. Negara yang kuat berinvestasi ke luar negeri lebih banyak dari pada masuknya investor asing ke dalam negaranya.
Perlu diketahui bahwa di mayoritas negara maju setiap orang adalah pekerja (atau profesional) dan setiap pekerja (atau profesional) itu juga seorang investor di berbagai perusahaan. Seorang pekerja atau profesional disebut bebas finansial jika pendapatannya dari imbal balik investasi (dividen) sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keseharian diluar dari penghasilan rutinnya baik sebagai pekerja atau profesional.
Umumnya di negara maju banyak perusahaan investasi yang mengelola investasi dari penduduknya secara profesional dan memiliki kredibilitas yang tinggi. Rata-rata sasaran penanaman investasi mereka adalah perusahaan yang berkinerja bagus dan juga mereka berekspansi untuk berinvestasi ke perusahaan-perusahaan strategis dan infrastruktur di negara berkembang.
Saat ini perusahaan investasi di negara maju seperti ventura capital dan private equity juga aktif berinvestasi ke beberapa startup teknologi yang memiliki basis big data customer dan prospek kedepan yang cerah.
Tentunya Indonesia perlu membangun budaya dan kesadaran manfaat investasi baik untuk individu dan pertumbuhan ekonomi negara ini di masa yang akan datang.
Santara sebagai platform investasi digital segmen UKM aktif memberikan sosialiasi dan edukasi manfaat investasi dan juga resiko-resiko investasi untuk menumbuhkan budaya dan kesadaran investasi yang saat ini terus berkembang di para generasi muda.





