Budaya Gotong Royong dan Urunan di Indonesia

0
345

Walaupun Equity Crowdfunding Urun Dana baru dikenal di Indonesia beberapa waktu lalu, namun konsep Urunan dan Gotong Royong sesungguhnya sudah menjadi bagian identitas dan budaya bangsa ini sejak masa silam.

Kita seharusnya menyadari bahwa nilai budaya bangsa yang sesungguhnya adalah gotong royong, membangun kepentingan bersama, saling membantu, dan bekerja sama, yang hasil dan manfaatnya juga dapat dirasakan secara bersama-sama.

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!”

Kalimat tersebut sempat populer di kalangan masyarakat Indonesia beberapa dasawarsa lalu.

Kalimat tersebut singkat, namun maknanya dapat tergambar dengan sangat jelas. Persatuan adalah landasan semangat yang sejak dulu digunakan oleh para pejuang kemerdekaan untuk membangun bangsa.

Budaya gotong royong merupakan salah satu perwujudan nyata dari semangat persatuan masyarakat Indonesia.

Presiden RI yang pertama Soekarno, bahkan menyampaikan jika gotong royong merupakan “Jiwa” masyarakat Indonesia pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di tahun 1945.

Pada masa lalu, mudah sekali menemukan budaya gotong royong dalam berbagai bentuk.

Mulai dari kerja bakti yang seringkali dilakukan warga masyarakat setiap satu minggu sekali hingga budaya gotong royong dalam aktivitas masyarakat lainnya. Budaya gotong royong adalah sebuah identitas nasional.

Istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Sehingga jika diartikan secara harafiah, gotong royong berarti mengangkat secara bersama-sama atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama.

Gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari setiap obyek, permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di sekelilingnya.

Partisipasi aktif tersebut bisa berupa urunan bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan.

Menurut Koentjaraningrat budaya gotong royong yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yakni gotong royong tolong menolong dan gotong royong kerja bakti.

Budaya gotong royong, tolong menolong atau urunan yang dekat dengan kehidupan keseharian masyarakat kita biasanya pada aktivitas pertanian, kegiatan sekitar rumah tangga, kegiatan pesta pernikahan, pesta sunatan, kegiatan perayaan, syukuran dan pada peristiwa bencana atau kematian.

Sedangkan budaya gotong royong kerja bakti biasanya dilakukan untuk mengerjakan sesuatu hal yang sifatnya untuk kepentingan umum, entah yang terjadi atas inisiatif warga atau gotong royong yang dipaksakan.

Dalam Urun Dana tentu ada semangat gotong royong dan urunan dalam bersama-sama membantu sebuah usaha kecil dan menengah.

Masyarakat dan investor bersama-sama membantu seseorang yang memiliki usaha dan keahlian bisnis yang kesulitan mengembangkan usaha akibat faktor modal.

Walaupun ada benefit pembagian deviden dari dari laba usaha, tentu semangat gotong-royong dan kebersamaan dapat mendorong masyarakat untuk berinvestasi dan membantu usaha kecil dan menengah.

Tentu seorang pengusaha yang sukses mengembangkan usaha melalui urunan dana dari masyarakat bukan hanya memberikan timbal balik deviden ke para investor namun juga berperan dalam kontribusi ke masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan yang dapat menurunkan tingkat pengangguran yang berdampak positif meningkatkan daya beli dan konsumsi di masyarakat yang menjadi salah faktor indeks pertumbuhan ekonomi diseatu negara.

Melalui Urun Dana mari kita hidupkan semangat kebersamaan dan gotong-royong membantu usaha kecil dan menengah untuk masa depan ekonomi Indonesia yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here