Equity Crowdfunding sebagai alternatif pendanaan UKM dapat memiliki peran dalam mendorong percepatan pertumbuhan UKM, selain sebagai alternatif pilihan investasi masyarakat, beberapa tantangan Equity Crowdfunding di Indonesia.
1. Literasi Keuangan
Sektor UKM adalah satu sektor terbesar yang ditekuni oleh masyarakat Indonesia, namun saat ini baru sedikit UKM di Indonesia yang memiliki literasi dibidang pembukan dan akutansi yang tentu menjadi salah satu kesulitan Equity Crowdfunding dalam menilai kelayakan seatu bisnis UKM
2. Literasi Investasi
Saat ini baru sekitar 2 juta dari total 260 juta penduduk Indonesia yang memiliki SID atau ID Investasi di KSEI. Tentu perlu Edukasi yang konsisten ke masyarakat tentang manfaat dan resiko dalam sebuah investasi agar lebih banyak penduduk Indonesia yang aktif berinvestasi.
3. Akses Internet
Jangkauan akses internet ke seluruh pelosok pulau-pulau di Indonesia menjadi kunci agar Equity Crowdfunding dapat di akses oleh seluruh masyarakat di Indonesia.
4. Stabilitas Ekonomi
Dampak perang dagang antara AS-China memperlambat laju ekonomi dunia, namun perjanjian damai AS-China yang direspon positif oleh pasar dan berdampak pada penguatan rupiah diprediksi oleh para analis akan berdampak positif pada iklim bisnis dan investasi di Indonesia.
5. Faktor Regulasi
Saat ini Pemerintah berencana meluncurkan Omnibus Law untuk berbagai sektor dalam mendukung investasi dan kemudahan dalam berbisnis di Indonesia. Diharapkan Omnibus Law dapat mendorong percepatan pertumbuhan UKM naik kelas dan pembukaan lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk masyarakat Indonesia.





