Teknik Compounding

0
421

Dalam dunia investasi, ada sebuah teknik atau metode yang disebut compounding.

Teknik compounding dilakukan dengan cara menginvestasikan hasil pendapatan yang didapat dari sebuah investasi.

Sebagai ilustrasi Anda menginvestasikan uang senilai Rp 10 juta pada instrumen saham dalam jangka waktu 1 tahun dan mendapatkan keuntungan senilai 10% atau setara dengan Rp 1000.000.

Pada tahun berikutnya, keuntungan senilai Rp 1000.000 ikut diinvestasikan sehingga modal investasi Anda menjadi Rp 11 juta dan bukan Rp 10 juta.

Pada akhir tahun, imbal hasil yang didapatkan adalah sama yakni 10%. Namun, jika dilihat nominalnya, imbal hasil yang kini didapat adalah Rp 1.100.000 dan bukan Rp 1000.000 yang akan didapatkan jika tidak menggunakan teknik compounding.

Memang hal ini terlihat sepele. Keuntungan yang didapat investor ketika melakukan compounding untuk pertama kali hanyalah senilai Rp 1000.000. Untuk membeli sepeda motor terbaru saja, sepertinya uang tersebut tak akan cukup. Karena inilah, teknik compounding tak banyak dipraktekkan oleh investor.

Namun sesungguhnya, dalam jangka panjang teknik ini membuat perbedaan yang sangat signifikan.

Tanpa compounding, kekayaan anda setelah berinvestasi selama 20 tahun akan bertambah sebesar 190% atau Rp 19 juta. Sedangkan dengan compounding, dalam jangka waktu yang sama kekayaan Anda akan bertambah sebesar 512% atau Rp 51 juta.

Tentunya dari ilustrasi di atas anda dapat melihat perbedaan angka yang besar dari melakukan  compounding dan tidak melakukan compunding.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here