Penawaran Saham Berbasis IT di Era Digital Economy

0
1352

Kini dunia internet sudah berkembang begitu pesat hingga dunia perbankan, e-commerce, bahkan industri finansial seperti asuransi pun ikut bergerak di platform internet. Bukan cuma di web kini sudah masuk ke dalam genggaman pelanggan dalam bentuk aplikasi di smartphone. Aplikasi finansial makin bertumbuhan seiring dengan makin tingginya pengguna yang menggunakannya. Mulai dari membuat anggaran, penghitungan untung-rugi, bunga pinjaman, asuransi, hingga pembayaran digital, tumbuh subur dalam bentuk aplikasi. Istilah bank di dalam genggaman pun rasanya sudah terjadi.

Teknologi digital sektor investasi pun berkembang sangat pesat dari berbagai macam instrumen investasi saat ini sudah dapat di akses melalui aplikasi di Smartphone. Pesatnya perkembangan teknologi digital lah yang menyebabkan munculnya platform-platform aplikasi teknologi digital investasi baru dari mulai trading saham online, valas dan tentunya yang terbaru adalah equity crowdfunding atau penawaran saham berbasis teknologi informasi (IT).

Equity Crowdfunding menjadi alternatif untuk usaha Startup dan UKM untuk mendapatkan modal usaha selain dari lembaga keuangan konvesional yang telah lama eksis.

Para wirausaha UKM dapat mendapatkan modal usaha dari penjualan saham ke masyarakat melalui platform digital di era sharing economy saat ini.

Equity Crowdfunding sebagai salah satu teknologi finansial atau Fintech saat ini memang belum banyak dikenal masyarakat yang, umumnya masyarakat sudah banyak mengenal Fintech Pinjaman, Peer to Peer Lending dan Fintech Asuransi.

Seiring perkembangan teknologi digital dan informasi saat ini platform investasi daring atau digital semakin populer di masyarakat, tentunya faktor literasi dan edukasi menjadi kunci agar masyarakat memahami instrumen dan resiko tempat mereka berinvestasi.

UKM dan Industri Rumahan tentunya adalah sektor usaha yang sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, diberbagai daerah atau kota di Indonesia kita dapat menjumpai UKM dalam berbagai sektor usaha yang menjadi motor penggerak perekonomian mulai dari UKM yang memiliki karyawan 1-10 orang sampai UKM yang memiliki puluhan karyawan.

Akses kemudahan permodalan usaha menjadi kunci sebuah UKM yang dikelola dengan baik untuk tumbuh dan berkembang besar.

Sering terjadi UKM misalnya dalam sektor kuliner memiliki potensi untuk tumbuh membuka 5-10 cabang baru dalam setahun hanya mampu membuka 1-2 cabang baru karena terkendala ketersediaan modal awal untuk ekspansi mendirikan cabang baru.

Beberapa kendala UKM mendapat akses permodalan untuk tumbuh seperti sulitnya mengajukan dana besar ke Lembaga Keuangan Tradisional karena tidak ada jaminan atau ada jaminan tapi sudah dijaminkan dan akses modal tidak bisa melampaui nilai jaminan.

Equity Crowdfunding atau penawaran saham berbasis IT menjadi terobosan teknologi untuk membantu UKM tumbuh berkembang beberapa kali lipat dengan lebih cepat.

Cara kerja Equity Crowdfunding sesungguhnya sangat mirip dengan pasar modal konvesional yang sudah lama kita kenal yaitu mirip dengan ketika sebuah perusahaan besar melakukan penawaran perdana, namun di Equity Crowdfunding yang berperan melakukan penawaran perdana adalah UKM atau Usaha Kecil Menengah dan Startup Teknologi.

Maka tentu sama seperti penawaran perdana sebuah saham maka UKM dapat mendapatkan akses modal dengan melakukan penawaran dan menjual saham ke masyarakat untuk mendapatkan akses modal untuk mengembangkan usaha UKM.

Tentunya dalam melakukan penawaran maka masyarakat akan menilai apakah UKM tersebut layak dan memiliki prospek kedepan yang bagus untuk dibeli sahamnya, dengan era keterbukaan informasi maka sukses atau tidaknya sebuah UKM menawarkan saham ke masyarakat sangat ditentukan oleh bidang, kinerja bisnis, profil manajemen dan rencana jangka panjang UKM tersebut dalam mengembangkan bisnis usahanya.

Dalam sektor teknologi Equity Crowdfunding juga dapat menjadi solusi untuk Startup Teknologi dalam mendapatkan permodalan untuk mengembangkan Startup Rintisan mereka.

Saat ini adalah Era Revolusi Industri 4.0 dan #MO, perusahaan teknologi saat ini berkembang dengan sangat pesat bahkan beberapa perusahaan teknologi terkemuka dengan aset yang kecil (light aset) valuasi nilai harga sahamnya dibursa mampu melampaui usaha konvesional lama dengan aset besar (heavy asset) seperti sektor industri, kontruksi dan tambang.

Di era teknologi saat ini bukan hanya startup sektor aplikasi digital yang tumbuh pesat, startup rintisan teknologi bidang robotika, mobil listrik, energi terbarukan, AI, microchip dan teknologi transportasi baru juga berkembang dengan sangat masif.

Banyak inovasi dan terobosan teknologi saat ini berbagai sektor seperti Elon Musk yang mengembangkan Transportasi Hyperloop dan Neuralink (teknologi implan chip ke otak untuk mengatasi kelumpuhan) tentunya kita berharap banyak generasi anak muda yang menjadi penemu dan inovator teknologi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Equity Crowdfunding dapat menjadi solusi alternatif bagi penemu, inovator dan technopreneur untuk mendapatkan akses modal dari masyarakat untuk mengembangkan penemuan dan perusahaan rintisannya selain dari para Angel Investor, Ventura Capital dan Lembaga Keuangan Konvesional.

Tentunya kembali kepada para inovator dan founder startup apakah mampu meyakinkan masyarakat apakah perusahan rintisan teknologi dan penemuannya memiliki terobosan teknologi yang dramatis, memiliki manfaat dan akan memiliki basis user dan market yang besar di masa depan yang mampu mendongkrak valuasi harga saham startup tersebut dimasa depan.

Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki potensi yang luar biasa dalam menemukan teknologi baru yang bermanfaat kita sudah banyak melihat penemuan putera bangsa Indonesia yang membanggakan seperti Teknologi Jaringan Telekomunikasi 4G, berbagai paten teknologi Pesawat Terbang, Teknologi Kontruksi Sosrobahu dan berbagai penemuan bermanfaat lainnya.

Tentunya kita berharap penemuan dan inovasi orang Indonesia mendapatkan permodalan dari investasi masyarakat Indonesia sendiri yang dapat memberikan manfaat timbal balik secara ekonomi maupun sosial.

Tentunya di hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 74 ini kita mengharapkan dengan hadirnya teknologi Equity Crowdfunding atau penawaran saham berbasis IT dapat memberikan manfaat baik sosial, ekonomi dan teknologi yang positif dan nyata kepada Bangsa Indonesia untuk membangun Indonesia menjadi Negara yang besar, kuat dan berdaulat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here