Social Distance adalah salah satu metode terbaik pencegahan penyebaran wabah corona.
Ditengah himbauan untuk mengurangi aktivitas diluar rumah ada beberapa profesi memang yang berhubungan dengan ruang publik dan layanan masyarakat.
Terutama untuk petugas medis dan jurnalis yang meliput informasi wabah yang tentu memiliki resiko kontak dan berdekatan dengan pasien.
Laurie Garrett, adalah wartawan senior berkebangsaan Amerika Serikat, memaklumi kekhawatiran beberapa orang ketika harus merawat ataupun berada dekat dengan pasien yang terinfeksi.
Ketika wabah SARS menyerang pada 2002-2003, Garret berkeliling dan meliput hampir seluruh kawasan di China dan Hong Kong.
Ia banyak mewawancarai orang, mulai dari pasien yang positif terjangkit SARS-Cov, dokter, perawat, pejabat pemerintah, hingga polisi.
Selesai bertugas, ia kembali pulang dalam keadaan sehat.
Tapi, karena ia memahami langkah pencegahan yang perlu dilakukan, ia pun bisa selamat dari epidemi SARS kala itu.
Menurutnya, cara yang sama pun bisa turut dipraktikkan untuk menghadapi wabah virus corona saat ini.
Laurie Garret membagikan beberapa tips sederhana untuk profesi diruang publik untuk terhindar dari wabah corona lewat tulisannya di foreign policy:
1. Gunakan sarung tangan
Pakai sarung tangan ketika meninggalkan rumah dan beraktivitas diruang publik. Tetap pakai sarung tangan ketika menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta dan transportasi umum lainnya.
2. Jangan menyentuh wajah atau Mata
Ketika berada pada situasi yang memaksa Anda untuk melepas sarung tangan, misalnya harus berjabat tangan atau makan malam, jangan sentuh wajah atau mata Anda setelahnya.
Meskipun hanya untuk menggaruk bagian tubuh yang gatal.
Dan jangan sampai anda menyentuh mata dan wajah.
Sebelum menggunakan sarung tangan Anda kembali, cuci bersih tangan dan jari-jari terlebih dahulu dengan sabun dan air hangat
3. Ganti sarung tangan setiap hari.
Cucilah sarung tangan sehabis dipakai seharian dengan bersih menyeluruh.
Gunakan sarung tangan yang sudah kering dan dicuci bersih, hindari penggunaan sarung tangan yang masih basah.
4. Jaga Jarak Aman
Lebih dari 30 kasus wabah yang diliputnya, Garrett jarang memakai masker.
Namun penggunaan masker tetap dianjurkan untuk upaya pencegahan.
Sebagai gantinya, ia menghindari keramaian, dan mengambil jarak dengan individu minimal setengah meter.
Ketika seseorang batuk atau bersin, Garrett memintanya memakai masker untuk menangkal cairan dan udara yang terkontaminasi virus.
Jika orang itu menolak permintaannya, Garrett akan mengambil jarak satu meter darinya, atau pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Selain itu, hindari berjabat tangan atau memeluk orang lain. Tolak dengan sopan dan beri alasan untuk menolak menjadi hal terbaik ketika wabah berlangsung
5. Cuci Handuk Secara Rutin
Ketika di rumah, ganti seluruh handuk di kamar mandi dan dapur dengan handuk baru yang bersih.
Beri nama masing-masing anggota keluarga pada setiap handuk.
Instruksikan tiap orang untuk menggunakan handuk sendiri-sendiri dan larangan menyentuh handuk orang lain.
Cuci handuk dua kali seminggu dan keringkan dengan baik.
Handuk yang masih basah menjadi rumah ideal bagi virus.
6. Hati-Hati dengan Gagang Pintu
Peganglah gagang pintu dengan sarung tangan ketika membuka atau menutup pintu.
Jika tidak memungkinkan, gunakan siku atau bahu Anda untuk membuka dan menutup pintu.
Jika ada orang di rumah Anda yang sakit, cucilah gagang pintu secara teratur.
Jika terlanjur memegang benda-benda yang disentuh orang lain, segera cuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh wajah atau mata anda.
7. Penggunaan Alat Makan
Jika makan bersama orang lain, jangan gunakan sendok garpu atau alat makan pribadi untuk menyendok hidangan yang dimakan ramai-ramai.
Juga jangan minum dari gelas milik orang lain.
Cuci bersih seluruh peralatan makan dan masak.
Jika harus makan di restoran, pilih tempat yang higienitas dan kebersihannya baik.
8. Jangan Konsumsi Hewan
Jangan pernah membeli, menyembelih, atau mengonsumsi hewan apa pun sampai spesies hewan penyebab virus ditemukan.
9. Sirkulasi Udara
Buka jendela rumah atau kantor agar sirkulasi udara lancar.
Virus tidak bisa bertahan lama hidup di ruangan yang berventilasi baik.
Namun, tentu saja, jangan lakukan cara ini jika cuaca sedang hujan atau lembab.
10. Gunakan Masker ketika merawat keluarga yang sakit
Jika Anda merawat keluarga atau orang terdekat yang sedang demam, selalu kenakan masker ketat ketika berada dekat mereka.
Saat Anda akan mengganti masker keluarga yang kotor, pakailah sarung tangan lateks.
Setelah itu, cuci wajah pasien dengan sabun dan air hangat dengan handuk sekali pakai.
Taruh handuk di wadah kontainer atau plastik, segel rapat-rapat, dan buang ke tempat sampah.
Ketika merawat orang sakit, ingat untuk selalu memakai baju lengan panjang atau jenis pakaian lainnya yang dapat menutupi sebagian besar anggota tubuh.
Cuci semua benda yang dipakai dan disentuh pasien menggunakan air sabun hangat.
Jika memungkinkan, sediakan ruangan khusus untuk mengisolasi pasien di rumah dengan nyaman.
Semoga sedikit tips sederhana ini bermanfaat untuk sahabat Santara yang tetap memiliki profesi dan beraktivitas diruang publik.





