Berbagai tim membawa beragam gaya kerja dan komunikasi. Pada Perusahaan Besar maupun UMKM kerap terjadi kesenjangan komunikasi pada tim multi-generasi.
Faktanya, 83 persen pekerja Generasi Z lebih suka untuk terlibat dengan manajer secara langsung, namun 82 persen manajer percaya bahwa karyawan Gen Z mereka lebih suka berkomunikasi melalui pesan instan.
Lebih lanjut, 57 persen Gen Z ingin menerima feedback atau umpan balik beberapa kali seminggu, tetapi hanya 50 persen manajer mereka yang memberikan feedback sesering itu.
Kemajuan teknologi seluler dan konektivitas internet telah menciptakan banyak saluran komunikasi baru.
Email, teks, obrolan, panggilan video, dan kolaborasi sosial adalah bentuk komunikasi yang relatif baru yang tidak ada di abad ke-20.
Kompleksitas komunikasi semakin intensif ketika banyak saluran digabungkan dengan berbagai preferensi dan harapan komunikasi masing-masing generasi dalam angkatan kerja.
Berkomunikasi antar generasi memang sulit, tetapi para pemimpin atau manajemen baik perusahaan atau UMKM tentu ingin melakukannya dengan benar.
Tiga strategi berikut ini akan membantu.
1. Miliki kesadaran antar generasi
Kesadaran umum tentang bagaimana pendekatan setiap generasi berkomunikasi adalah kunci untuk menutup kesenjangan dalam komunikasi.
Ingatlah bahwa sifat-sifat generasi adalah petunjuk bukan selalu absolutĀ tetapi mereka dapat membantu Anda terhubung dan mempengaruhi
Baby Boomers sangat menghargai komunikasi formal dan langsung dengan preferensi untuk menggunakan tatap muka, telepon, dan email mereka menghargai informasi dan detail latar belakang.
Generasi X menghargai komunikasi informal dan fleksibel dengan preferensi untuk menggunakan email, telepon, teks, dan Facebook mereka menghargai etika profesional.
Millenial menghargai komunikasi yang cepat dan otentik dengan preferensi untuk menggunakan teks, obrolan, email, dan Instagram mereka menghargai efisiensi dan pendekatan teknologi digital-first.
Generasi Z menghargai komunikasi transparan dan visual dengan preferensi untuk menggunakan tatap muka, Snapchat, YouTube, dan TikTokmereka menghargai video, perintah suara, dan pendekatan melalui media aplikasi seluler.
Uniknya, lebih dari 70 persen Gen Z ingin berkomunikasi tatap muka di tempat kerja.
Mereka akan terus bergerak masuk dan keluar dari saluran digital yang biasa mereka lakukan sambil mencari lebih banyak pertemuan tatap muka.
Kesenjangan komunikasi juga diungkapkan oleh bagaimana setiap generasi menggunakan emoticon atau emoji.
83 persen pengguna emoticon Gen Z lebih nyaman mengekspresikan emosi mereka melalui emoticon daripada panggilan telepon, dibandingkan dengan Millenials (71 persen), Gen X (61 persen), dan Baby Boomers (53 persen).
2. Tunduk kepada preferensi orang yang Anda ajak berkomunikasi
Gunakan generasi sebagai petunjuk dan tunduk pada preferensi komunikasi yang paling banyak digunakan oleh generasi itu.
Misalnya, Baby Boomers yang ingin terhubung dengan Gen Z tidak boleh menelepon dan meninggalkan voicemail.
Sebagai gantinya, terhubung dengan mengirim pesan teks atau pesan instan.
Sebaliknya, Gen Zers yang ingin terhubung dengan Baby Boomers tidak boleh menggunakan FaceTime atau DM mereka di media sosial.
Jadilah proaktif untuk memberi tahu orang lain tentang bagaimana mereka dapat terhubung dengan Anda.
Misalnya, karyawan Gen Z dapat memberitahukan bahwa mereka lebih suka teks daripada panggilan telepon dalam tanda tangan email mereka.
Atau Baby Boomer dapat memberitahukan bahwa mereka lebih suka email daripada voicemail dalam rekaman voicemail mereka.
3. Buat perjanjian komunikasi tim
Tujuan membangun perjanjian komunikasi adalah untuk membuat pedoman resmi yang menyoroti aturan tentang bagaimana suatu tim berkomunikasi satu sama lain.
Berkomunikasi dengan jelas tentang cara berkomunikasi sangat penting dalam lingkungan kerja berteknologi tinggi dan digital saat ini.
Perjanjian komunikasi membantu menetapkan ekspektasi, menciptakan dukungan tim, menetapkan batas-batas untuk melindungi pekerjaan penting dan merampingkan komunikasi.
Ajukan pertanyaan berikut dari tim multi-generasi Anda untuk mendapatkan konsensus.
Apa tantangan komunikasi yang saat ini ada di antara tim?
Setelah Anda mengetahui dengan jelas tentang cara berkomunikasi, Anda akan dapat memimpin dan mengelola karyawan Anda secara efektif tanpa memandang dari generasi mana mereka berasal.





