Tips Membeli Rumah Sebelum Usia 30 Tahun

0
987

Harga properti kian hari kian meroket. Hal ini menimbulkan kecemasan bagi banyak orang. Khususnya para millennials.

Kecemasan ini terutama dirasakan sangat oleh kaum laki-laki, yang nantinya akan menjadi suami atau kepala keluarga. Tanda tanya besar pun muncul, “apa saya sanggup membeli rumah sebelum usia 30 tahun?”

Jawabannya, pasti bisa! Mau tahu rahasianya?

1. Sisihkan minimal 30 persen dari penghasilan

Persiapan masa depan sudah sepatutnya dilakukan sejak menjalani pekerjaan pertama. Ini memang masa-masanya Anda menikmati penghasilan sendiri.

Tapi kalau Anda disiplin, menyisihkan gaji untuk tabungan masa depan bukan hal yang sulit kok. Perlu diingat juga bahwa angka minimal tabungan yang telah Anda tetapkan tak boleh diganggu gugat. Ingat, terlalu sering berkompromi dengan diri sendiri akan berujung penyesalan di kemudian hari!

 

2. Berinvestasi sejak dini

Tak butuh waktu lama untuk bisa mulai berinvestasi. Bahkan salah satu cara pengelolaan uang ini dapat Anda lakukan dengan modal Rp 100.000 per bulan, yaitu dengan membeli reksadana. Selain itu, deposito berjangka dan emas juga bisa menjadi pilihan lain investasi Anda.

Jangka waktu pencairan deposito bisa disesuaikan dengan rencana Anda membeli rumah, sementara emas merupakan pilihan jenis investasi yang sangat mudah dilakukan.

 

3. Kumpulkan informasi sistem pembayaran

Membeli rumah bisa dilakukan dengan sistem cash atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Berhubung Anda berencana membeli rumah sebelum usia 30, maka KPR merupakan pilihan yang tepat. Sebab, tentu saja modal awal yang dibutuhkan tidak sebesar jika membayar secara cash.

Nah, dengan mengumpulkan informasi untuk memahami sistem pembayaran ini, Anda jadi punya gambaran berapa banyak dana yang harus dikumpulkan sebagai modal.

 

4. Survei lokasi

Tak ada salahnya melakukan survei lokasi dari jauh-jauh hari, karena pemilihan lokasi yang tepat akan menentukan kesanggupan Anda membeli rumah. Kawasan pemukiman di pinggiran kota, misalnya, bisa menjadi opsi menarik karena harganya yang belum terlalu melambung.

Meski demikian, potensi pengembangan kawasan juga harus Anda perhatikan, salah satunya dengan mengamati rencana pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

 

5. Kerja sampingan

Jika penghasilan saat ini dirasa kurang cukup untuk mengumpulkan modal, Anda bisa mencari kesempatan bekerja sampingan. Selain bisa menjadi jalan untuk menyalurkan hobi, pekerjaan sampingan juga otomatis menambah isi tabungan Anda.

Tentunya hal ini bisa dilakukan selama tidak mengganggu tanggung jawab utama Anda, dan jika kondisi perusahaan memungkinkan.

 

6. Investasi di Cyronium

Ini adalah model investasi dengan teknologi blockchain.

Saat ini Cyronium baru saja melakukan ICO. Cyronium sedang banyak menarik perhatian para investor karena memiliki jaminan berupa fisik emas yang akan membuat nilai investasi tidak akan turun dan aman.

Cyronium ini kami proyeksikan menjadi sebuah produk investasi yang bisa dijangkau oleh semua aspek  masyarakat,  dengan  nilai  yang  terus  naik  sehingga  bisa  mensejahterakan  sebanyak-banyaknya  investor.  Cyronium  dibuat  dengan  teknologi  “blockchain”  yang  canggih,  aman,  dan transparan. Tak hanya itu, dengan nilai transaksi minimal yang rendah (pembelian awal di angka Rp 30.000,00 per 0,001 Cyronium) akan membuat Cyronium terjangkau untuk golongan manapun.

Mulai dari pelajar, pegawai swasta,  pengusaha kecil, ibu rumah tangga, hingga investor berskala besar.  Sekali  lagi,  dengan  teknologi  canggih  yang  melatarbelakangi  Cyronium,  proses  pembelian aset dan kepemilikannya bisa dilakukan dengan sangat mudah dan cepat, semudah membuat akun jejaring sosial. Tak hanya itu, karena Cyronium memiliki jaminan berupa koin dalam bentuk fisik, nilai Cyronium sebagai aset investasi akan lebih stabil, terjamin, dan melindungi modal yang ditanamkan oleh investor.

Apa Teknologi yang Melatarbelakangi Cyronium?

Cyronium kami ciptakan dengan teknologi “blockchain”. Jika Anda pernah mendengar istilah “Bitcoin” atau  “Ethereum”,  mereka  termasuk  sebagai  “mata  uang  digital”.  Sama  dengan  “Bitcoin”  atau “Ethereum”, Cyronium juga merupakan mata uang digital. Mata uang ini diciptakan dari algoritma-algoritma komputer. Sama seperti logam mulia, Cyronium juga  akan  melalui  proses  “penambangan”  di  dunia  digital.

Setiap  kali  berhasil  “ditambang”,  akan tercipta unit-unit Cyronium baru dalam bentuk “token”. Token ini memiliki algoritma-algoritma khusus yang tidak bisa diduplikasi (di-copy) atau dipalsukan. Nantinya, token inilah yang akan disalurkan ke “dompet digital” Anda sebagai investor. Seiring berjalannya waktu, meningkatnya permintaan dan penawaran, harga “token” akan terus berubah.

Ketika harga naik dari harga pembelian, investor bisa mencairkan Cyronium ke marketplace yang kami miliki dalam bentuk Rupiah atau US Dollar.Karena menggunakan teknologi “blockchain”, Cyronium akan menjadi sebuah aset investasi yang terdesentralisasi.

Tidak seperti mata uang yang diatur oleh bank, Cyronium akan menjadi sebuah produk investasi yang transparan, bisa diawasi semua investor, dan jauh dari unsur manipulasi harga. Dan dengan latarbelakang teknologi canggih inilah, Cyronium bisa dimiliki oleh calon investor dengan proses yang mudah, administrasi yang singkat, serta biaya yang sangat terjangkau.

Kami tunggu partisipasi Anda untuk bergabung bersama kami. Jadilah bagian dari revolusi investasi terbesar di Indonesia bersama Cyronium. Lebih detailnya Anda bisa mendaftarnya lewat website : cyronium.com

Bagaimana? Sudah yakin bisa beli rumah sebelum usia 30 tahun kan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here