Baidu Menggunakan Teknologi Blockchain untuk Mencatat Riwayat Revisi

0
403

Baidu Baike adalah sebuah search engine dari China yang berfungsi hampir sama dengan Wikipedia. Baru baru ini beredar berita bahwa platform ini mulai menggunakan blockchain untuk mengetahui riwayat revisi yang dilakukan kepada setiap entri yang ada. Ini dilakukan untuk memberikan transparansi online.
Selama ini, blockchain mungkin lebih dikenal sebagai sebuah teknologi yang berkaitan erat dengan digital economy; sebuah system yang digunakan untuk menciptakan uang digital seperti apa yang dilakukan oleh platform baru dari Indonesia bernama Cyronuim.

Pengunaan blockchain pada platform ini memang belum dipublikasikan, namun penerapannya sudah bisa dilihat dari nilai hash setiap revisi pada setiap item; satu karakteristik khusus yang hanya dimiliki oleh blockchain.

Pihak Baidu menyatakan bahwa penggunaan blockchain diperlihatkan pertama kali pada hari Senin dan sudah didahului dengan hashing pada minggu lalu. Hal ini diketahui dari waktu yang ditunjukkan pada beberapa revisi.

Layanan ini menggunakan platform blockchain Baidu, namun, belum diketahui data hashing revisi mana yang terekam pada blockchain, misalnya, apakah waktu, kontributor, atau alasan revisi.
Juru bicara Baidu tidak menjawab pertanyaan teknis. Mereka hanya menyatakan bahwa integrasi tersebut bertujuan untuk memastikan kredibilitas ensiklopedia. Sama seperti Wikipedia, para pengguna Baidu juga bisa mengedit konten-konten yang ada.

Sejak diluncurkan pada 2008, platform ini menggantikan peran Wikipedia yang mendapat pencekalan di China.
Pada bulan Februari, situs ini sudah memiliki sekitar 15,2 juta entri dan 6,4 juta pengguna yang melakukan berbagai revisi secara sukarela terhadap konten yang ada.
Hal ini menandakan adanya efektifitas penggunaan teknologi blockchain pada eksperimen pengembangan teknologi yang dilakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here