Data Statistik Merchant Kuliner Moka POS

0
1608

Bidang usaha makanan dan minuman (Food and Beverage/F&B) ikut terimbas pandemi Covid-19.

Omzet para pebisnis di sektor ini menurun seiring dengan banyak orang yang memilih berdiam di rumah.

Data analyst Moka Hutami Nadya mengatakan, dari jumlah total 15.000 sampai 20.000 outlet yang terdaftar di pihaknya, sekitar 37 persen dari outlet tersebut pendapatannya turun.

“Dari data yang kami kumpulkan ada 37 persen outlet yang jumlah omzetnya menurun tapi ada juga merchant-merchant yang bisnisnya justru meningkat drastis” ujarnya.

Hutami menyebutkan, ada beberapa cara yang dilakukan merchant kuliner tersebut sehingga masih bisa bertahan bahkan omzetnya meningkat pesat di tengah pandemi corona ini.

Pertama, menggunakan layanan delivery.

Menurut dia, dengan adanya layanan ini dapat membantu konsumen atau pembeli bisa mendapatkan produk yang diinginkan di tengah virus ini.

“Orang-orang pasti lebih memilih di rumah kan karena pandemi ini jadi ketika kita memiliki layanan ini bisnis yang kita miliki bisa tetap survive,” katanya.

Selain itu, jangan lupa juga untuk membuat promo layanan antar sesekali, seperti promo free ongkir

Kedua, menyediakan menu bahan baku atau ready to cook (Frozen Food)

Saat ini perilaku banyak orang karena  Work from Home (WFH) yang merasa jenuh dan bosan, semakin banyak yang memilih untuk memasak sendiri dan memesan Frozen Food ready to cook

“Bisa jadi pilihan untuk kita, salah satu menu yang kita jual kita ubah dalam bentuk bahan baku yang siap digoreng,” sambungnya.

Ketiga,  membuat paket seperti buy one get one, misalnya salah satu menu yang dijual digabungkan khusus untuk diberikan ke ojek online.

“Jadi ini bisa menjadi daya tarik, ketika orang ingin membeli makanan bisa sekalian berbagi untuk ojek online yang sudah mengantarkan makanan kita,” ucap dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here