Tips Finansial untuk First Jobber

0
348

Langsung dapat bekerja setelah menyelesaikan jenjang pendidikan tanpa harus menunggu lama tentu adalah impian setiap orang dan hal yang menyenangkan.

Mendapatkan pekerjaan berarti kita memulai babak baru dalam mengatur kehidupan dan mengelola keuangan karena sudah mendapatkan penghasilan secara mandiri.

Namun kegembiraan saat mendapatkan gaji pertama terkadang ada kecenderungan untuk menghabiskan membelikan seseatu yang diinginkan sejak lama atau berbelanja secara berlebihan.

Hal ini adalah wajar kerena kondisi saat memiliki penghasilan tentu berbeda ketika masih bergantung atau meminta uang kepada orang tua.

Namun apabila kebiasaan menghabiskan gaji secara impulsif dan terjebak gaya hidup ini berlanjut tanpa memiliki perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik tentu secara jangka panjang akan tidak baik, karena seorang first jobber kedepannya tidak akan memiliki aset bahkan bisa akan defisit kekurangan uang pada tanggal-tanggal tua sebelum gajian.

Berikut beberapa tips untuk para first jobber dalam mengatur keuangan agar memiliki stabilitas keuangan yang sehat dan tidak terjebak gaya hidup eksesif.

1. Mengatur Kebutuhan dan Keinginan

Walaupun sekilas sama kebutuhan dan keinginan adalah tentu hal yang berbeda, kebutuhan adalah seseatu hal yang wajib dipenuhi sedangkan keinginan bisa ditunda, misalnya kebutuhan makan siang di kantor yang bisa dilakukan di kantin kantor atau membawa bekal dari rumah. Namun kebutuhan bisa juga jadi keinginan apabila makan siang harus direstoran mahal atau tempat makan mewah yang enak.

Tentu makan adalah aktivitas kebutuhan dasar namun jika selalu mengikuti keinginan makan ditempat mahal tentu akan tidak baik untuk kesehatan keuangan bagi first jobber dalam mengelola keuangannnya.

2. Mencatat Prioritas Belanja.

Melakukan pencatatan dan anggaran untuk membeli barang yang penting dan dibutuhkan adalah hal yang harus dilakukan first jobber.

Tentu prioritaskan membeli barang-barang untuk menunjang aktivitas pekerjaan baik dalam peralatan dan penampilan dikantor.

Dengan melakukan prioritas belanja maka kita tidak akan terjebak membeli barang branded atau barang bagus yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

3. Belajar Menyisihkan Penghasilan untuk Menabung dan Beramal.

First Jobber harus juga belajar untuk menyisihkan uang untuk tabungan dari penghasilannya.

Fungsi tabungan tentu untuk dana darurat kejadian tidak terduga seperti kendaraan yang rusak dan butuh servis, pengeluaran kesehatan atau jika ada keluarga yang sakit.

Juga menyisihkan sebagian penghasilan untuk beramal juga kebiasaan dalam mengelola finansial yang baik untuk First Jobber baik ke yayasan amal, rumah ibadah atau membantu keuangan orang tua.

4. Mempelajari Investasi

Belajar tentang investasi adalah hal yang penting bagi First Jobber dalam membangun aset keuangan.

Banyak anggapan yang keliru bahwa berinvestasi membutuhkan modal yang besar, padahal kenyataannya tidak.

Setelah memiliki kemampuan untuk menyisihkan uang dan menabung maka untuk tahap awal First Jobber bisa mempelajari berbagai jenis penawaran investasi.

First Jobber bisa belajar secara cermat tentang manfaat dan resiko-resiko sebuah instrumen investasi sebelum memiliki keyakinan dan memutuskan untuk melakukan investasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here