Apakah Aman Pesan Makanan Online Saat Pandemi?

0
748

Benarkah virus dapat menular melalui makanan (foodborne)?

Selama masa wabah COVID-19, kita tentu menjalankan Social Distancing yang menyebabkan keterbatasan aktivitas sosial.

Kita mungkin tidak bisa melakukan aktivitas makan direstoran bersama rekan kerja atau keluarga.

Beberapa memilih memasak dirumah untuk mengisi waktu luang dan beberapa memanfaatkan pemesanan makanan secara online.

Mungkin kamu bertanya-tanya apakah aman mengkonsumsi makanan yang dibeli diluar?

Bagaimana risiko penularan virus corona dari si pemasak atau orang yang mengantarkan makanan?

Yuk simak penjelasannya, dikutip dari Food and Drug Administration (FDA) dan sumber lainnya:

1. Belum ada bukti virus bisa menular lewat makanan

Banyak orang yang bertanya kepada FDA, lembaga yang mengurusi makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat, soal keamanan mengonsumsi makanan yang dibeli di luar saat wabah COVID-19.

Lembaga itu kemudian mengeluarkan keterangan resmi pada Jumat (27/3), yang intinya bahwa sejauh ini belum ada bukti makanan atau kemasan makanan bisa menularkan virus corona.

Menurut keterangan FDA, virus tidak bisa bertahan di permukaan kemasan maupun makanan dalam jangka waktu yang lama. Demikian pula pada makanan yang menjalani proses pengiriman hingga berhari-hari dan dalam keadaan beku.

Pernyataan ini juga didukung oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) serta European Food Safety Authority (EFSA)

2. Berbeda dengan bakteri, virus tidak bisa bertumbuh di makanan

Benjamin Chapman, profesor dan spesialis keamanan makanan dari North Carolina State University membeberkan sejumlah alasan mengapa peluang penularan COVID-19 lewat makanan sangat kecil, atau tidak memungkinkan.

Pertama, penjual makanan terpercaya dipastikan telah melakukan upaya untuk menjaga keamanan produknya. Terlebih bagi restoran yang telah terverifikasi, mereka memberlakukan prosedur seperti mencuci tangan, membersihkan peralatan, serta memasaknya dalam suhu yang tepat.

Belum ada penelitian bahwa virus corona dengan tipe SARS-Cov2 ini dapat menular melalui makanan (foodborne) atau tidak.

Tapi berdasarkan pengujian pada SARS-CoV dan MERS-Cov yang masih satu keluarga, dipastikan tidak ada transmisi dari makanan. Secara umum, virus juga tidak bisa tumbuh di dalam makanan seperti halnya bakteri.

3. Lalu bagaimana jika orang yang memasak makanan ternyata positif virus corona

Pasti kamu pernah kepikiran pertanyaan diatas? Jika iya, FDA sekali lagi meyakinkan bahwa kemungkinan untuk tertular dari droplet orang yang memasak cukup kecil. Apalagi untuk makanan yang dimasak dengan suhu tinggi.

“Bahkan ketika pekerja bersin ke dalam makananmu sebelum membungkusnya, walaupun terdengar menjijikkan, kecil kemungkinannya untuk membuatmu sakit,” 

Jelas Chapman saat diwawancara oleh Kenji Lopez-Alt, konsultan kuliner dari Serious Eats.

Ia menambahkan bahwa bukannya tidak mungkin, masih ada kemungkinan untuk hal itu terjadi. Akan tetapi jika kita melakukan pencegahan dengan cuci tangan secara tepat, risiko bisa diminimalkan.

4. Tetap kamu harus waspada dengan penularan lewat kemasan, walaupun kemungkinannya juga kecil

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine pertengahan Maret lalu, SARS-CoV-2 atau yang kita kenal sebagai virus corona bisa bertahan hidup di permukaan benda mati.

Ketahanan virus tersebut pun berbeda-beda tergantung pada jenis bahan yang menjadi medianya.

Berikut ini hasil penelitiannya pada bahan yang biasa digunakan sebagai kemasan makanan:

Karton/kardus: 24 jam;

Kertas: 4-5 hari;

Plastik: 2-3 hari.

Perlu diketahui bahwa ini bukanlah cara penularan utama dari COVID-19. FDA mengatakan bahwa kemungkinan tertular lewat kemasan sama kecilnya dengan penularan lewat makanan.

Akan tetapi tak ada salahnya kita untuk tetap waspada

5. Cara pencegahan virus corona melalui makanan dan kemasannya

Jika kamu masih ragu, FDA dan berbagai lembaga lainnya memiliki sejumlah anjuran pencegahan yang bisa kamu lakukan. Berikut ini di antaranya:

– Pilih restoran yang tepercaya dan terbukti kebersihannya;

– Meminimalkan kontak dengan kurir makanan. Caranya dengan meminta mereka meninggalkan makanan di depan pintu rumah atau menaruhnya di pagar;

– Cuci tangan setelah memegang kemasan makanan

– Pindahkan makananmu dari kemasan makanan ke piring dan mangkukmu sendiri yang sudah dicuci bersih

– Gunakan alat makan yang bersih saat makan.

– Kesimpulannya, kamu tidak perlu khawatir berlebihan mengenai penularan lewat makanan karena risikonya sangat kecil. Memesan makanan online masih tergolong aman kok.

Resiko penularan justru lebih besar saat kamu keluar rumah untuk membeli atau makan di luar.

Walaupun begitu kamu harus tetap melakukan langkah-langkah pencegahan di atas.

Sumber: https://www.fda.gov/food/food-safety-during-emergencies/food-safety-and-coronavirus-disease-2019-covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here