Kontribusi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) terhadap produk domestik bruto nasional diproyeksi akan tumbuh sepanjang 2019.
Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan bahwa kinerja koperasi dan UKM akan terus meningkat pada tahun 2019. Apalagi sepanjang empat tahun terakhir ini kinerjanya terus mengalami tren peningkatan yang signifikan.
Kontribusi UKM bagi Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 60,34 persen dengan daya serap tenaga kerja di sektor ini juga sangat besar.
Kontribusi koperasi terhadap PDB juga terus meningkat sejak 2014 lalu, dan pada 2017 naik menjadi 4,48 persen dari 1,71 persen. Dia meyakini akhir tahun ini akan naik menjadi 5 persen.
Begitu juga dengan rasio kewirausahaan yang sudah berada di level 3,1 persen dari sebelumnya 1,65 persen.
Di ASEAN, kontribusi UKM Indonesia terhadap rantai pasok produksi global hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Brunei, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Kontribusi tertinggi sektor UKM terhadap rantai pasok produksi global mencapai 2,7 persen. Padahal, ASEAN berkontribusi 9,3 persen terhadap rantai pasok produksi global pada periode 2009-2013.
Kontribusi sektor UKM terhadap ekspor Indonesia tahun 2015 hanya 15,8 persen, jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara sekawasan di Asia Tenggara. Kontribusi sektor UKM Thailand terhadap ekspor 29,5 persen dan Filipina 20 persen. Di tingkat global, kontribusi sektor UKM Jerman terhadap ekspor mencapai 55,9 persen dan Jepang sekitar 53,8 persen.
Tentunya perlu upaya dan langkah nyata untuk optimalisasi sektor UKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar lebih maksimal.





